Pembuatan Bab II yaitu Landasan Teori. Dalam Bab II ini terdapat beberapa bagian yang penting yang harus masuk dalam Landasan Teori antara lain :

A. Definisi Variabel

B. Kerangka Teori

C. Penelitian yang Relevan

D. Kerangka Pemikiran

E. Hipotesis(jika terdapat jawaban sementara)

sekarang akan di jelaskan bagian pertama dari Bab II Landasan Teori yaitu :

A. Definisi Variabel

Definisi Variabel di sini dimaksudkan untuk menjelaskan Variabel – variabel apa saja yang akan kita teliti lebih lanjut. Definisi yang kita masukan di sini adalah kutipan definisi yang dikemukakan oleh para ahli (kita harus mencantumkan nama ahli tersebut dan kitipan nya harus lengkap tidak ada satu huruf pun yang hilang). Pada umumnya definisi untuk satu variabel yang di teliti menggunakan 3 sumber yang berbeda, maka terdapat minimal 3 definisi dari para ahli yang berbeda menganai variabel tersebut. Kemudian dari kutipan tersebut kita analisis lebih lanjut dan kemudian di simpulkan sehingga muncul definisi yang baru menurut penulis berdasarkan definisi para ahli.

B. Kerangka Teori

Dalam kerangka teori terdapat uraian teori – teori yang menunjukan keterkaitan antar variabel yang diteliti, yang dikemukakan para ahli yang kemudian dijasikan sebagai dasar untuk menghasilkan jawaban secara teoritis terhadap permasalahan penelitian. Dan sumber harus jelas untuk memperkuat opini.

C. Penelitian yang Relevan

Penelitian yang relevan mancakup hasil – hasil penelitian yang dikemukanan para peneliti sebelumnya berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Fungsinya adalah sebagai pembanding atas penelitian yang sedang dilakukan dan dapat memperkuat pengetahuan yang sudah ada. Sumber untuk penelitian yang relevan dapat diperoleh dari Jurnal – jurnal ilmiah yang telah dipublikasi. Jika jurnal tersebut belum dipublikasi maka jurnal tersebut belum dapat dijasikan sebagai Penelitian yang Relevan( untuk di jadikan sebagai sumber yang baik)

D. Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran merupakan kesimpulan dari kerangka teori dan penelitian yang relevan, yang kemudian dijadikan sebagai dasar dalam merumuskan jawaban atas masalah penelitian. Dan dapat merupakan argumentasi yang logis dari peneliti sehingga dapat dijadikan dasar untuk menghasilkan jawaban atas masalah penelitian. Kerangka pemikiran ini biasanya disertai dengan gambar.

E. Hipotesis

Hipotesis dirumuskan berdasarkan kerangka pemikiran yang merupakan jawaban sementara atas permasalahan penelitian yang masih harus di uji secara empiris. Hipotesis ini dinyatakan dalam kalimat pernyataan, singkat, dan jelas menggambarkan keterkaitan antara variabel, bukan dengan lambang matematik. Hipotesis tidak selalu digunakan pada setiap penelitian, misalnya penelitian eksploratif tidak menggunakan hipotesis karena penelitian yang dilakukan adalah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.

 

related post